Kamis, 02 Agustus 2018

UAS E-Gov 2017/2018 Nabila Agustiara Raona-44317023-Perbandingan G2C Indonesia dengan Negara Islandia, Paradiplomasi Kota Ambon & Darwin, Australia


Perbandingan G2C Indonesia dengan Negara Islandia
E-citizen bisa diartikan sebagai layanan publik secara online, dengan begitu pelayanan publik pun menjadi lebih mudah. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia masih jauh dalam hal penggunaan E-citizen.
Dalam kesempatan ini saya akan membahas perbandingan E-Government Islandia dengan Indonesia.
Islandia merupakan negara yang terletak di eropa utara dengan jumlah penduduk hanya 332.529 jiwa, jumlah yang sangat jauh dari total penduduk di Indonesia yang mencapai 270.054.853 juta jiwa. Islandia dikenal sebagai negara Nordik dan negara dengan pemandangan alam yang indah. Selain itu, Islandia juga dikenal sebagai salah satu negara dengan E-government terbaik, termasuk juga untuk layanan publik atau E-citizen.
Islandia adalah republik, memiliki konstitusi tertulis dan bentuk pemerintahan parlementer. Presiden Islandia dipilih melalui pemungutan suara langsung untuk masa jabatan empat tahun, tanpa batas waktu. Sebagian besar kekuasaan eksekutif berada di tangan Pemerintah, yang dipilih setiap empat tahun dalam pemilihan yang terpisah.
Pemerintah Islandia juga memiliki sebuah web yang dikhususkan untuk layanan publik, yaitu www.island.is yang berisikan semua tentang layanan publik di Islandia. Dengan login menggunakan IceKey, warga Islandia bisa menggunakan layanan yang tersedia disana. 
Gambar diatas merupakan tampilan dari website Islandia. Selain bisa menggunakan bahasa Islandia, kita juga bisa menggunakan bahasa Inggris. Untuk bisa login disana, kita membutuhkan IceKey, IceKey itu sendiri wajib dimiliki bagi setiap warga Islandia, baik dewasa maupun anak-anak, karena IceKey dapat menunjang kehidupan sehari-hari mereka.
Ini merupakan sedikit tampilan dari E-citizen milik Islandia, sedangkan di Indonesia sendiri E-citizen belum terlalu banyak pengaplikasiannya, salah satu yang banyak digunakan adalah dengan aplikasi LAPOR! (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat). Aplikasi ini dibuat untuk warga Indonesia yang ingin melaporkan sesuatu tentang pembangunan, layanan publik, atau semacamnya. LAPOR! sendiri dikembangkan oleh Kantor Staff Kepresidenan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Ombudsman.

Gambar diatas adalah contoh dari tampilan LAPOR!. Anda bisa login menggunakan email, namun sebelumnya anda juga harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Selain untuk melaporkan sesuatu, LAPOR! juga berisikan berita-berita lain, seperti kisah sukses, aspirasi, dll. Anda juga bisa mengunduh aplikasi LAPOR! di smartphone anda seperti android, blackberry, dan iphone. Selain itu, disini saya akan memperlihatkan beberapa E-citizen lainnya yang ada di Indonesia.


Selain aplikasi LAPOR, nampak nya E-Citizen di Indonesia juga sudah mulai berkembang dengan adanya aplikasi layanan publik seperti :

http://sim.korlantas.polri.go.id/ disini kita bisa membuat sim secara online


http://www.imigrasi.go.id/ untuk pembuatan paspor


Kpk https://kws.kpk.go.id/ yang menyediakan berbagai media pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan tindak pidana korupsi, antara lain berupa kotak pos, surat, saluran telepon, faksimili, SMS pengaduan, email pengaduan, dan ruang untuk pelapor datang langsung ke KPK.

adapula http://www.kemenpppa.go.id/ Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengaduan Masyarakat Online.
Bagian Pengaduan Masyarakat selama ini menangani kasus perempuan dan anak korban kekerasan, dan tidak menutup kemungkinan untuk kasus kekerasan yang dialami oleh laki-laki, sehingga prinsip dan kode etik dalam pemberian layanan harus benar-benar dipahami oleh petugas termasuk kondisi ruang pengaduan. Dalam mewujudkan inovasi baru dalam pelayanan publik, bagian Pengaduan Masyarakat juga telah membuat Hotline Number (telepon berbayar) yang aktif selama 24 jam agar dapat memudahkan pelapor menghubungi tim Pengaduan Masyarakat apabila ada sesuatu yang bersifat darurat.
Tim Pengaduan Masyarakat juga selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga layanan lainnya termasuk K/L terkait serta aparat penegak hukum dalam proses penanganan kasus dan pengaduan yang diterima. Pada tahun 2013, Bagian Pengaduan Masyarakat telah menerbitkan Buku Saku mengenai Informasi Layanan bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan yang ditujukan untuk pelapor/masyarakat, dan K/L terkait sehingga mereka mendapatkan informasi mengenai layanan pengaduan masyarakat lainnya yang tersedia di seluruh Indonesia.
Selain berkembangnya E-citizen, ternyata ada dampaknya kepada Demokrasi di Indonesia? Dampaknya kepada demokrasi di Indonesia itu lebih kepada penyampaian kepentingan dari warga yang tidak tersampaikan secara maksimal. Agar penyampaian tersebut tercapai, E-Government membuka kesempatan tersebut, khususnya E-citizen. Namun karena kurangnya sosialisasi tentang E-citizen ini, masih banyak warga yang bingung untuk menyampaikan kepentingannya kepada pemerintah.
Pada saat ini, pemahaman masyarakat telah melebarkan jarak antara pemerintah dan warga negara dan telah terjadi penurunan kepercayaan publik kepada pemerintahan, saat ini pemerintah di seluruh dunia mengakui TIK sebagai alat yang kuat untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik dan sebagai cara meningkatkan kepercayaan masayarakat kepada pemerintah dan menempatkan masyarakat dalam era informasi. TIK dapat membantu pemerintah untuk memulihkan kepercayaan lembaga publik dengan cara meningkatkan transparansi, efisiensi, efektivitas, dan partisipasi politik.

Paradiplomasi Kota Ambon & Darwin, Australia.
Pengertian paradiplomasi menurut Ivo Duchacek & Soldatos, adalah aktivitas yang merujuk pada pada hubungan internasional yang dilakukan oleh institusi subnasional, regional, maupun lokal, untuk kepentingannya.
Berikut contoh kegiatan paradipomasi yang dapat dilakukan 
pemerintah daerah :
·         Pembentukan sister city
·         FDI (foreign direct investment)
·         Pembentukan proyek bersama
·         Pengiriman delegasi

Menurut Kemendagri, dalam situsnya mendefinsikan Sister City adalah sebuah konsep di mana dua daerah atau kota yang secara geografis, administratif, dan politik berbeda, berpasangan untuk menjalin hubungan sosial antar masyarakat dan budaya.
The United Nation Development programme (UNDP) mendefinisikan sister city sebagai sebuah kemitraan jangka panjang antara masyarakat di berbagai kota secara terbuka. Sementara menurut Villers, sister city yaitu kerja sama strategis antara masyarakat di berbagai kota atau kota-kota, di mana mereka menjadi pemeran utama.
Sementara dari Sister City International (SCI) menjelaskan cukup lengkap, yaitu sister city adalah hubungan kerja sama jangka panjang, antara dua kota dalam dua negara yang berbeda melalui budaya, pendidikan, bisnis, dan teknis. Hal ini diformalkan ketika dua wali kota menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membangun hubungan. Aktifitas ini biasanya di organisir dan diimplementasikan oleh sukarelawan (volunteers), dan institusi lokal.




Sister City Ambon–Darwin Kerjasama Pemerintah Kota Ambon dengan Pemerintah Northern Teritory di Kota Darwin lebih utama dilakukan di bidang pariwisata dengan lomba perahu layar (yacht race) Darwin.
Ambon dan Darwin telah memiliki kerja sama sister city selama 25 tahun sehingga perlu dilakukan identifikasi peluang baru yang diharapkan dapat memperluas dari kerja sama yang bersifat people to people ke bidang ekonomi. 
Peluang yang diidentifikasi adalah pembukaan konektivitas udara Darwin-Ambon, keikutsertaan Provinsi Maluku pada Expo perdagangan di Darwin, pencanangan Mangente (Visit) Ambon 2015 diharapkan dapat diseminasikan secara luas sehingga semakin banyak wisatawan mancanegara dari Australia yang berkunjung ke Ambon, dan penjajakan kerja sama tanggap darurat bencana. Selain itu, terdapat harapan bahwa pelaksanaan Darwin to Ambon Yacht Race dapat diikuti oleh lebih banyak peserta/perahu layar. 
Sehubungan dengan itu juga , pada tahun 2014, Walikota Ambon berkesempatan hadir di Darwin dan melepas start perahu peserta lomba. 
Pada tahun 2014, lomba ini diikuti oleh 25 perahu layar, yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 24 perahu layar. Kegiatan ini berlangsung setiap tahun, yang dimana setiap peserta melakukan pelayaran yang dimulai dari kota Darwin dan berlabuh di Kota Ambon, tepatnya di desa Amahusu. Kegiatan ini juga berlangsung dengan pentas seni dan budaya antara kedua negara dan perjanjian kerja sama antara kedua negara.Meningkatnya jumlah peserta lomba memberikan indikasi yang positif bahwa Kota Ambon adalah kota yang aman sekaligus mendorong Kota Ambon sebagai kota tujuan wisata internasional di Bagian Timur Indonesia. Dalam upaya memberikan pelayanan yang baik sekaligus kenyamanan kepada para tamu dari Darwin ini, para peserta lomba juga disambut dengan gelar musik dan tari-tarian daerah serta permainan/ lomba persahabatan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan Kota Darwin, Australia, juga menjajaki kerjasama dibidang pendidikan. Kerjasama ini, lebih difokuskan pada program beasiswa untuk pengembangan kapasitas PNS.
Kerjasama itu terbentuk, setelah Pemkot Ambon menerima kunjungan perwakilan dari Associate professor school of law, Charles Darwin University (CDU).
Berbagai kerjasama juga telah terjalin sebelumnya. Beberapa diantaranya ada dibidang pariwisata seperti kejuaraan layar Darwin-Ambon serta kerjasama dibidang pendidikan, seperti pertukaran pelajar dan guru.
pertukaran pelajar sebagai kerjasama sister school Darwin-Ambon telah berlangsung sejak tahun 1988.
Kerja sama tersebut terjalin saat ayah Wali Kota Darwin Katrina Fong Lim sementara menjabat sebagai Wali Kota Darwin dan melakukan persetujuan sister city Darwin dan Kota Ambon dalam berbagai bidang termasuk bidang pendidikan.
Contohnya seperti Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Ambon (SMAN 5 Ambon) sebagai salah satu sekolah terbaik di Kota Ambon yang yang sering memperoleh prestasi dalam bidang akademik dan non akademik. Pelaksanaan program pertukaran guru dan pelajar berlangsung selama dua minggu. Program ini juga disesuaikan dengan keuangan daerah, sehingga waktu belajar siswa dan guru di Kota Darwin hanya dua minggu, setelah itu mereka harus kembali lagi ke Ambon.Kerjasama kota kembar salah satu programnya di bidang pendidikan adalah pertukaran guru dan siswa yang telah terjalin sejak 1983 tetapi program ini terhenti saat terjadi konflik kemanusian yang dialami di seluruh pelosok Maluku tahun 1999. Program ini terjalin kembali saat tahun 2002, saat itu kondisi keamanan kota Ambon belum kondusif, tetapi SMA Negeri 5 Ambon belum mendapat kesempatan tersebut. Pergantian kepala sekolah terus bergulir dan di tahun 2004 saat situasi keamanan mulai membaik maka SMA Negeri 5 Ambon berkesempatan untuk melakukan program pertukaran pelajar Ambon–Darwin sampai tahun ini , maksud dari pertukaran siswa ini yaitu dalam upaya untuk peningkatan kualitas SDM dan pendidikan, karena banyak hal yang akan dipelajari dalam pertukaran pelajar seperti budaya, teknologi.
Pertukaran siswa tidak hanya dilakukan pada SMA Negeri 5 saja tetapi SMA lain juga yang ada di Kota Ambon.



Kota Ambon atau Amboina adalah sebuah kota dan sekaligus ibu kota dari provinsi Maluku , dengan populasi 1.857.337 jiwa . untuk website E-Government kota Ambon sendiri yaitu http://www.ambon.go.id/


Tampilan utama pada website kota ambon ini cukup menarik dengan tampilan gambar gong perdamaian yang ada di Kota Ambon sendiri.
Di website ini juga sangat lengkap disaat kita membuka beberapa menu.
Akan tetapi yang kurang dari website ini adalah tidak adanya menu Sister City, yang di menu itu sendiri terdapat beberapa keterangan mengenai hubungan Sister City di Kota Ambon. 







Tapi yang paling penting di website ini yaitu terdapatnya menu kritik dan saran yang bisa kita temukan pada opsi Hubungi Kami.
Dan dengan adanya menu ini masyarakat kota Ambon dapat terbantu.
Di menu kritik dan saran ini berguna untuk menerima opini masukan/saran, pengaduan, atau pertanyaan yang ingin disampaikan kepada pemkot Ambon.










Anna Latuconsina, Anggota DPD RI Temui Walikota Darwin untuk Tingkatkan Kerjasama Kota Kembar Ambon dan Darwin

 
Anna Latuconsina, Anggota DPD RI Wakil Propinsi Maluku mengadakan kunjungan kehormatan ke Walikota Darwin, The Right worshipful Kon Vatskalis pada Jumat, 23 Maret 2018.
Anna menyampaikan tujuan utamanya dan delegasi ke Darwin yaitu untuk mendalami dan mempelajari pengelolaan pangan di Northern Territory untuk dijadikan bahan masukan terhadap RUU tentang Pangan di Indonesia. Anna juga mengakui kedekatan Darwin dan Ambon sebagai Kota Kembar yang telah terjalin hampir 3 dasawarsa. Oleh karena itu, mengunjungi Walikota Darwin merupakan hal yang penting sebagai tanda apresiasi atas komitmen Darwin untuk terus bekerjasama dengan Ambon. 
Dalam pertemuan yang didampingi oleh staf Konsulat RI Darwin, Anna menyampaikan salah satu faktor pendukung utama dalam peningkatan kerjasama antar kedua kota yaitu dukungan konektifitas. Anna sangat mengharapkan agar penerbangan langsung dari Darwin ke Ambon dapat dibuka lagi seperti yang pernah dilakukan di masa lalu.
Menurut Anna, konektifitas adalah salah satu unsur penting untuk memberikan akses bagi kedua masyarakat untuk saling berkunjung. Juga, kedua kota Darwin-Ambon dapat di jadikan transit point bagi para wisatawan dari luar Darwin untuk mengunjungi kota-kota lainnya di Indonesia dan sebaliknya. Anna juga yakin, penerbangan langsung bukan akan menambah jumlah wisatawan asing khususnya dari Australia ke Ambon-Indonesia melainkan juga dapat meningkatkan berbagai kerjasama di berbagai bidang antara kedua wilayah.















Kritik dan saran :
Dalam website pemkot Ambon menurut saya sudah cukup lengkap , tetapi yang menjadi kekurangan dari website ini adalah tidak adanya opsi tentang Sister City.
Yang di menu itu sendiri terdapat beberapa keterangan mengenai hubungan Sister City di Kota Ambon.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Analisa Kritis dan Review Negara di Kawasan Asia Timur

NAMA : NABILA AGUSTIARA RAONA NIM : 44317023 MINAT KAJIAN DI KAWASAN ASIA TIMUR : CHINA Kebijakan Luar Negeri Cina di bawah pimpinan presi...