Perbandingan G2C Indonesia dengan Negara Islandia
E-citizen
bisa diartikan sebagai layanan publik secara online, dengan begitu pelayanan
publik pun menjadi lebih mudah. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain,
Indonesia masih jauh dalam hal penggunaan E-citizen.
Dalam
kesempatan ini saya akan membahas perbandingan E-Government Islandia dengan
Indonesia.
Islandia
merupakan negara yang terletak di eropa utara dengan jumlah penduduk hanya 332.529
jiwa, jumlah yang sangat jauh dari total penduduk di Indonesia yang mencapai 270.054.853 juta jiwa.
Islandia dikenal sebagai negara Nordik dan negara dengan pemandangan alam yang
indah. Selain itu, Islandia juga dikenal sebagai salah satu negara dengan
E-government terbaik, termasuk juga untuk layanan publik atau E-citizen.
Islandia
adalah republik, memiliki konstitusi tertulis dan bentuk pemerintahan
parlementer. Presiden Islandia dipilih melalui pemungutan suara langsung untuk
masa jabatan empat tahun, tanpa batas waktu. Sebagian besar kekuasaan eksekutif
berada di tangan Pemerintah, yang dipilih setiap empat tahun dalam pemilihan
yang terpisah.
Pemerintah
Islandia juga memiliki sebuah web yang dikhususkan untuk layanan publik,
yaitu www.island.is yang berisikan semua tentang layanan publik di Islandia.
Dengan login menggunakan IceKey,
warga Islandia bisa menggunakan layanan yang tersedia disana.
Gambar
diatas merupakan tampilan dari website Islandia. Selain bisa menggunakan bahasa
Islandia, kita juga bisa menggunakan bahasa Inggris. Untuk bisa login disana,
kita membutuhkan IceKey, IceKey itu sendiri wajib dimiliki bagi
setiap warga Islandia, baik dewasa maupun anak-anak, karena IceKey dapat menunjang kehidupan
sehari-hari mereka.
Ini
merupakan sedikit tampilan dari E-citizen milik Islandia, sedangkan di
Indonesia sendiri E-citizen belum terlalu banyak pengaplikasiannya, salah satu
yang banyak digunakan adalah dengan aplikasi LAPOR! (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat). Aplikasi ini dibuat untuk warga Indonesia yang ingin
melaporkan sesuatu tentang pembangunan, layanan publik, atau semacamnya. LAPOR!
sendiri dikembangkan oleh Kantor Staff Kepresidenan, Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Ombudsman.
Gambar diatas adalah
contoh dari tampilan LAPOR!. Anda bisa login menggunakan email, namun sebelumnya
anda juga harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Selain untuk melaporkan
sesuatu, LAPOR! juga berisikan berita-berita lain, seperti kisah sukses,
aspirasi, dll. Anda juga bisa mengunduh aplikasi LAPOR! di smartphone anda
seperti android, blackberry, dan iphone. Selain itu, disini saya akan
memperlihatkan beberapa E-citizen lainnya yang ada di Indonesia.
Selain
aplikasi LAPOR, nampak nya E-Citizen di
Indonesia juga sudah mulai berkembang dengan adanya aplikasi layanan publik seperti
:
http://www.imigrasi.go.id/ untuk pembuatan paspor
Kpk https://kws.kpk.go.id/ yang menyediakan berbagai media pengaduan
bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan tindak pidana korupsi, antara lain
berupa kotak pos, surat, saluran telepon, faksimili, SMS pengaduan, email
pengaduan, dan ruang untuk pelapor datang langsung ke KPK.
adapula http://www.kemenpppa.go.id/ Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Pengaduan Masyarakat Online.
Bagian Pengaduan Masyarakat selama ini
menangani kasus perempuan dan anak korban kekerasan, dan tidak menutup
kemungkinan untuk kasus kekerasan yang dialami oleh laki-laki, sehingga prinsip
dan kode etik dalam pemberian layanan harus benar-benar dipahami oleh petugas
termasuk kondisi ruang pengaduan. Dalam mewujudkan inovasi baru dalam pelayanan
publik, bagian Pengaduan Masyarakat juga telah membuat Hotline Number (telepon
berbayar) yang aktif selama 24 jam agar dapat memudahkan pelapor menghubungi
tim Pengaduan Masyarakat apabila ada sesuatu yang bersifat darurat.
Tim Pengaduan Masyarakat
juga selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga layanan lainnya termasuk K/L
terkait serta aparat penegak hukum dalam proses penanganan kasus dan pengaduan
yang diterima. Pada tahun 2013, Bagian Pengaduan Masyarakat telah menerbitkan
Buku Saku mengenai Informasi Layanan bagi Perempuan dan Anak Korban
Kekerasan yang ditujukan untuk pelapor/masyarakat, dan K/L terkait sehingga
mereka mendapatkan informasi mengenai layanan pengaduan masyarakat lainnya yang
tersedia di seluruh Indonesia.
Selain berkembangnya E-citizen, ternyata
ada dampaknya kepada Demokrasi di Indonesia? Dampaknya kepada demokrasi di
Indonesia itu lebih kepada penyampaian kepentingan dari warga yang tidak
tersampaikan secara maksimal. Agar penyampaian tersebut tercapai, E-Government
membuka kesempatan tersebut, khususnya E-citizen. Namun karena kurangnya
sosialisasi tentang E-citizen ini, masih banyak warga yang bingung untuk
menyampaikan kepentingannya kepada pemerintah.
Pada saat ini,
pemahaman masyarakat telah melebarkan jarak antara pemerintah dan warga
negara dan telah terjadi penurunan kepercayaan publik kepada pemerintahan, saat
ini pemerintah di seluruh dunia mengakui TIK sebagai alat yang kuat untuk
meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik dan
sebagai cara meningkatkan kepercayaan masayarakat kepada pemerintah dan
menempatkan masyarakat dalam era informasi. TIK dapat membantu pemerintah untuk
memulihkan kepercayaan lembaga publik dengan cara meningkatkan transparansi,
efisiensi, efektivitas, dan partisipasi politik.
Paradiplomasi Kota Ambon & Darwin, Australia.
Pengertian paradiplomasi
menurut Ivo Duchacek & Soldatos,
adalah aktivitas yang merujuk pada pada hubungan internasional yang dilakukan
oleh institusi subnasional, regional, maupun lokal, untuk kepentingannya.
Berikut contoh
kegiatan paradipomasi yang dapat dilakukan
pemerintah daerah :
·
Pembentukan sister city
·
FDI (foreign direct investment)
·
Pembentukan proyek bersama
·
Pengiriman delegasi
Menurut Kemendagri, dalam situsnya
mendefinsikan Sister City adalah sebuah konsep
di mana dua daerah atau kota yang secara geografis, administratif, dan politik
berbeda, berpasangan untuk menjalin hubungan sosial antar masyarakat dan
budaya.
The
United Nation Development programme (UNDP)
mendefinisikan sister city sebagai sebuah
kemitraan jangka panjang antara masyarakat di berbagai kota secara terbuka.
Sementara menurut Villers, sister city yaitu kerja sama
strategis antara masyarakat di berbagai kota atau kota-kota, di mana mereka
menjadi pemeran utama.
Sementara
dari Sister
City International (SCI) menjelaskan cukup lengkap, yaitu sister city adalah
hubungan kerja sama jangka panjang, antara dua kota dalam dua negara yang
berbeda melalui budaya, pendidikan, bisnis, dan teknis. Hal ini diformalkan
ketika dua wali kota menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membangun
hubungan. Aktifitas ini biasanya di organisir dan diimplementasikan oleh
sukarelawan (volunteers), dan institusi lokal.
Sister City Ambon–Darwin Kerjasama Pemerintah Kota
Ambon dengan Pemerintah Northern Teritory di Kota Darwin lebih utama dilakukan
di bidang pariwisata dengan lomba perahu layar (yacht race) Darwin.
Ambon dan Darwin telah memiliki kerja sama sister city
selama 25 tahun sehingga perlu dilakukan identifikasi peluang baru yang
diharapkan dapat memperluas dari kerja sama yang bersifat people to people ke
bidang ekonomi.
Peluang yang diidentifikasi adalah pembukaan
konektivitas udara Darwin-Ambon, keikutsertaan Provinsi Maluku pada Expo
perdagangan di Darwin, pencanangan Mangente (Visit) Ambon 2015 diharapkan dapat
diseminasikan secara luas sehingga semakin banyak wisatawan mancanegara dari
Australia yang berkunjung ke Ambon, dan penjajakan kerja sama tanggap darurat
bencana. Selain itu, terdapat harapan bahwa pelaksanaan Darwin to Ambon Yacht
Race dapat diikuti oleh lebih banyak peserta/perahu layar.
Sehubungan dengan itu juga , pada tahun 2014, Walikota
Ambon berkesempatan hadir di Darwin dan melepas start perahu peserta lomba.
Pada tahun 2014, lomba ini diikuti oleh 25 perahu layar, yang mengalami
peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 24 perahu layar. Kegiatan ini
berlangsung setiap tahun, yang dimana setiap peserta melakukan pelayaran yang
dimulai dari kota Darwin dan berlabuh di Kota Ambon, tepatnya di desa Amahusu.
Kegiatan ini juga berlangsung dengan pentas seni dan budaya antara kedua negara
dan perjanjian kerja sama antara kedua negara.Meningkatnya jumlah peserta lomba
memberikan indikasi yang positif bahwa Kota Ambon adalah kota yang aman
sekaligus mendorong Kota Ambon sebagai kota tujuan wisata internasional di
Bagian Timur Indonesia. Dalam upaya memberikan pelayanan yang baik sekaligus
kenyamanan kepada para tamu dari Darwin ini, para peserta lomba juga disambut
dengan gelar musik dan tari-tarian daerah serta permainan/ lomba persahabatan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon
dan Kota Darwin, Australia, juga menjajaki kerjasama dibidang pendidikan.
Kerjasama ini, lebih difokuskan pada program beasiswa untuk pengembangan
kapasitas PNS.
Kerjasama itu terbentuk,
setelah Pemkot Ambon menerima kunjungan perwakilan dari Associate professor
school of law, Charles Darwin University
(CDU).
Berbagai kerjasama juga telah
terjalin sebelumnya. Beberapa diantaranya ada dibidang pariwisata seperti
kejuaraan layar Darwin-Ambon serta kerjasama dibidang pendidikan, seperti
pertukaran pelajar dan guru.
pertukaran pelajar sebagai kerjasama
sister school Darwin-Ambon telah berlangsung sejak tahun 1988.
Kerja sama tersebut terjalin saat ayah Wali Kota Darwin Katrina Fong Lim sementara menjabat sebagai Wali Kota Darwin dan melakukan persetujuan sister city Darwin dan Kota Ambon dalam berbagai bidang termasuk bidang pendidikan.
Kerja sama tersebut terjalin saat ayah Wali Kota Darwin Katrina Fong Lim sementara menjabat sebagai Wali Kota Darwin dan melakukan persetujuan sister city Darwin dan Kota Ambon dalam berbagai bidang termasuk bidang pendidikan.
Contohnya seperti Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Ambon
(SMAN 5 Ambon) sebagai salah satu sekolah terbaik di Kota Ambon yang yang
sering memperoleh prestasi dalam bidang akademik dan non akademik. Pelaksanaan
program pertukaran guru dan pelajar berlangsung selama dua minggu. Program ini
juga disesuaikan dengan keuangan daerah, sehingga waktu belajar siswa dan guru
di Kota Darwin hanya dua minggu, setelah itu mereka harus kembali lagi ke Ambon.Kerjasama
kota kembar salah satu programnya di bidang pendidikan adalah pertukaran guru
dan siswa yang telah terjalin sejak 1983 tetapi program ini terhenti saat
terjadi konflik kemanusian yang dialami di seluruh pelosok Maluku tahun 1999.
Program ini terjalin kembali saat tahun 2002, saat itu kondisi keamanan kota
Ambon belum kondusif, tetapi SMA Negeri 5 Ambon belum mendapat kesempatan tersebut.
Pergantian kepala sekolah terus bergulir dan di tahun 2004 saat situasi
keamanan mulai membaik maka SMA Negeri 5 Ambon berkesempatan untuk melakukan program
pertukaran pelajar Ambon–Darwin sampai tahun ini , maksud dari pertukaran siswa
ini yaitu dalam upaya untuk peningkatan kualitas SDM dan pendidikan, karena
banyak hal yang akan dipelajari dalam pertukaran pelajar seperti budaya, teknologi.
Pertukaran siswa tidak hanya dilakukan
pada SMA Negeri 5 saja tetapi SMA lain juga yang ada di Kota Ambon.
Kota Ambon atau Amboina adalah sebuah kota dan sekaligus
ibu kota dari provinsi Maluku , dengan populasi 1.857.337 jiwa . untuk website E-Government kota
Ambon sendiri yaitu http://www.ambon.go.id/
Tampilan utama pada website kota ambon ini cukup menarik
dengan tampilan gambar gong perdamaian yang ada di Kota Ambon sendiri.
Di website ini juga sangat lengkap disaat kita membuka
beberapa menu.
Akan tetapi yang kurang dari website ini adalah tidak
adanya menu Sister City, yang di menu itu sendiri terdapat beberapa keterangan
mengenai hubungan Sister City di Kota Ambon.
Tapi yang paling penting di website ini yaitu terdapatnya menu kritik dan saran yang bisa kita
temukan pada opsi Hubungi Kami.
Dan dengan adanya menu ini masyarakat kota Ambon dapat
terbantu.
Di menu kritik
dan saran ini berguna untuk menerima opini masukan/saran, pengaduan, atau
pertanyaan yang ingin disampaikan kepada pemkot Ambon.
Anna Latuconsina, Anggota DPD RI Temui Walikota Darwin untuk Tingkatkan
Kerjasama Kota Kembar Ambon dan Darwin
Anna Latuconsina,
Anggota DPD RI Wakil Propinsi Maluku mengadakan kunjungan kehormatan ke
Walikota Darwin, The Right worshipful Kon Vatskalis pada Jumat, 23 Maret 2018.
Anna
menyampaikan tujuan utamanya dan delegasi ke Darwin yaitu untuk mendalami
dan mempelajari pengelolaan pangan di Northern Territory untuk dijadikan
bahan masukan terhadap RUU tentang Pangan di Indonesia. Anna juga mengakui
kedekatan Darwin dan Ambon sebagai Kota Kembar yang telah terjalin hampir
3 dasawarsa. Oleh karena itu, mengunjungi Walikota Darwin merupakan hal
yang penting sebagai tanda apresiasi atas komitmen Darwin untuk
terus bekerjasama dengan Ambon.
Dalam
pertemuan yang didampingi oleh staf Konsulat RI Darwin, Anna menyampaikan salah
satu faktor pendukung utama dalam peningkatan kerjasama antar kedua kota
yaitu dukungan konektifitas. Anna sangat mengharapkan agar penerbangan langsung dari Darwin ke Ambon dapat dibuka lagi
seperti yang pernah dilakukan di masa lalu.
Menurut
Anna, konektifitas adalah salah satu unsur penting untuk memberikan akses
bagi kedua masyarakat untuk saling berkunjung. Juga, kedua kota
Darwin-Ambon dapat di jadikan transit point bagi para wisatawan dari
luar Darwin untuk mengunjungi kota-kota lainnya di Indonesia dan sebaliknya.
Anna juga yakin, penerbangan langsung bukan akan menambah jumlah wisatawan
asing khususnya dari Australia ke Ambon-Indonesia melainkan juga dapat
meningkatkan berbagai kerjasama di berbagai bidang antara kedua wilayah.
Kritik
dan saran :
Dalam
website pemkot Ambon menurut saya sudah cukup lengkap , tetapi yang menjadi
kekurangan dari website ini adalah tidak adanya opsi tentang Sister City.
Yang di menu itu sendiri
terdapat beberapa keterangan mengenai hubungan Sister City di Kota
Ambon.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar